Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka Kelas 1–6 SD Lengkap

Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka Kelas 1–6 SD Lengkap
Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka Kelas 1–6 SD Lengkap

Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka Kelas 1–6 SD Lengkap

operatorsekolah.idModul Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan atau PJOK Kurikulum Merdeka kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD merupakan perangkat pembelajaran yang membantu guru dalam merencanakan kegiatan belajar secara sistematis. Melalui modul ajar, guru dapat menyusun tujuan pembelajaran, aktivitas gerak, asesmen, media, serta langkah tindak lanjut sesuai kemampuan dan kebutuhan peserta didik.

Pembelajaran PJOK di sekolah dasar tidak hanya mengajarkan kemampuan berolahraga. Mata pelajaran ini juga berperan dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan gerak, serta menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan sportivitas. Oleh karena itu, Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka kelas 1–6 SD perlu disusun secara menarik, aman, bertahap, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.

Pengertian Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka

Modul ajar PJOK adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang digunakan guru sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Di dalamnya terdapat informasi mengenai tujuan yang akan dicapai, materi pembelajaran, aktivitas peserta didik, metode, media, asesmen, refleksi, serta tindak lanjut pembelajaran.

Dalam Kurikulum Merdeka, Capaian Pembelajaran atau CP merupakan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik pada akhir suatu fase. Setelah memahami CP, guru merumuskan Tujuan Pembelajaran dan menyusunnya menjadi Alur Tujuan Pembelajaran secara sistematis dan logis. ATP digunakan untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditetapkan pada akhir fase. (Rumah Pendidikan)

Modul ajar tidak seharusnya sekadar menjadi dokumen administrasi. Modul tersebut perlu benar-benar membantu guru mengelola pembelajaran, mulai dari kegiatan pendahuluan hingga asesmen dan refleksi. Isi modul juga dapat dikembangkan sesuai kondisi sekolah, jumlah peserta didik, ketersediaan sarana olahraga, lingkungan belajar, dan kemampuan awal peserta didik.

Contoh perangkat ajar yang tersedia dari pemerintah pada dasarnya berfungsi sebagai sumber inspirasi. Guru tidak harus mengikuti seluruh contoh secara persis, tetapi dapat mengembangkan dan menyesuaikannya dengan konteks satuan pendidikan masing-masing. (Sistem Informasi Kurikulum Nasional)

Tujuan Pembelajaran PJOK di Sekolah Dasar

Pembelajaran PJOK bertujuan membantu peserta didik memiliki kemampuan gerak, pengetahuan mengenai aktivitas jasmani, kebiasaan hidup aktif, serta pemahaman mengenai kesehatan. Kegiatan pembelajaran dirancang agar peserta didik tidak hanya mampu melakukan suatu gerakan, tetapi juga memahami prosedur, manfaat, keselamatan, dan nilai positif yang terdapat di dalamnya.

Melalui pembelajaran PJOK, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan keterampilan gerak dasar, kebugaran jasmani, kemampuan bekerja sama, keberanian, kepercayaan diri, pengendalian emosi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dapat tumbuh melalui permainan, latihan kebugaran, aktivitas senam, gerak berirama, olahraga sederhana, serta kegiatan kesehatan.

Pembelajaran juga perlu memberikan pengalaman yang menyenangkan. Anak-anak akan lebih mudah memahami materi apabila aktivitas disajikan dalam bentuk permainan, tantangan gerak, perlombaan sederhana, kerja kelompok, dan kegiatan eksplorasi. Guru perlu menjaga agar suasana belajar tetap aman, inklusif, dan memberikan kesempatan bergerak kepada seluruh peserta didik.

Pembagian Fase PJOK Kelas 1–6 SD

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran PJOK pada jenjang sekolah dasar dibagi ke dalam tiga fase. Fase A diperuntukkan bagi kelas 1 dan 2, Fase B untuk kelas 3 dan 4, sedangkan Fase C untuk kelas 5 dan 6. Pembagian tersebut menunjukkan bahwa pencapaian kompetensi dirancang secara bertahap selama dua tahun pembelajaran. (Guru Kemendikdasmen)

Fase A untuk Kelas 1 dan 2 SD

Pada Fase A, peserta didik mulai mengenal dan menirukan pola gerak dasar, aktivitas senam, gerak berirama, serta permainan sederhana. Peserta didik juga belajar memahami prosedur melakukan gerakan, melakukan latihan kebugaran dasar, mengenali anggota tubuh, dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. (Guru Kemendikdasmen)

Pembelajaran pada fase ini perlu menggunakan instruksi yang sederhana, contoh gerakan yang jelas, alat yang aman, dan durasi kegiatan yang sesuai. Guru dapat menggunakan bola plastik, simpai, tali, balok kecil, garis lapangan, atau benda lain yang tersedia di lingkungan sekolah.

Fase B untuk Kelas 3 dan 4 SD

Pada Fase B, peserta didik mulai mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar secara lebih mandiri. Kegiatan dapat berupa permainan dan olahraga, senam, gerak berirama, serta aktivitas air apabila kondisi sekolah memungkinkan.

Peserta didik juga mulai menerapkan prosedur gerak, menerima arahan dan umpan balik, serta belajar mengarahkan diri dalam proses pembelajaran. Sikap bertanggung jawab dan kemampuan menciptakan suasana yang menyenangkan dalam aktivitas jasmani menjadi bagian dari perkembangan pada fase ini. (Guru Kemendikdasmen)

Fase C untuk Kelas 5 dan 6 SD

Pada Fase C, peserta didik mulai mempraktikkan modifikasi berbagai keterampilan gerak dalam permainan, olahraga, senam, gerak berirama, dan aktivitas air yang bersifat kondisional. Peserta didik juga mempelajari konsep kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan serta cara sederhana untuk mengetahui kondisi kebugaran pribadi.

Pada fase ini, tanggung jawab personal dan sosial semakin diperkuat. Peserta didik diharapkan mampu menggunakan alat dan fasilitas secara bertanggung jawab, menghargai orang lain, serta terlibat aktif dalam interaksi sosial melalui aktivitas jasmani. (Guru Kemendikdasmen)

Komponen Modul Ajar PJOK Kelas 1–6 SD

Modul ajar dapat disusun secara sederhana maupun lengkap. Hal terpenting adalah setiap komponen yang ditulis dapat membantu guru melaksanakan pembelajaran secara terarah. Berikut bagian yang dapat dimasukkan ke dalam Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka.

Identitas Modul

Identitas modul berisi nama satuan pendidikan, mata pelajaran, fase, kelas, semester, materi, dan alokasi waktu. Identitas membantu guru mengelompokkan modul sesuai kelas dan periode pembelajaran.

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran menjadi acuan utama dalam menentukan kompetensi yang akan dikembangkan. Guru perlu membaca CP secara utuh agar materi, aktivitas, dan asesmen yang disusun benar-benar sesuai dengan arah pembelajaran dalam fase tersebut.

Capaian Pembelajaran PJOK kelas 1–6 SD mencakup perkembangan keterampilan gerak, pengetahuan gerak, pemanfaatan gerak, serta pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai melalui aktivitas jasmani. Rumusan CP yang digunakan perlu merujuk pada ketentuan terbaru yang berlaku. Pemerintah telah menerbitkan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 sebagai perubahan atas keputusan mengenai Capaian Pembelajaran sebelumnya. (Guru Kemendikdasmen)

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran menjelaskan kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik setelah mengikuti suatu rangkaian pembelajaran. Tujuan tersebut perlu dirumuskan secara jelas, dapat diamati, dan dapat dinilai.

Contohnya, peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerak berjalan, berlari, dan melompat melalui permainan sederhana dengan memperhatikan keselamatan. Rumusan tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu ditampilkan peserta didik dan konteks aktivitas yang digunakan.

Kompetensi Awal

Kompetensi awal berisi gambaran kemampuan atau pengalaman yang telah dimiliki peserta didik sebelum mempelajari materi. Guru dapat mengetahuinya melalui pertanyaan, pengamatan, permainan singkat, atau asesmen diagnostik.

Dalam pembelajaran gerak melempar dan menangkap, misalnya, guru dapat meminta peserta didik melakukan lempar tangkap secara berpasangan. Hasil pengamatan digunakan untuk menentukan tingkat kesulitan aktivitas berikutnya.

Sarana dan Prasarana

Bagian ini memuat alat, bahan, media, dan tempat yang diperlukan selama pembelajaran. Sarana pembelajaran PJOK dapat berupa bola, tali, simpai, matras, kerucut penanda, peluit, stopwatch, lapangan, halaman sekolah, atau ruang kelas untuk materi kesehatan.

Apabila alat yang tersedia terbatas, guru dapat melakukan modifikasi. Bola dapat dibuat dari gulungan kertas atau plastik, kerucut dapat diganti dengan botol bekas, sedangkan garis lapangan dapat dibuat menggunakan tali atau kapur.

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran umumnya terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Setiap tahap perlu disusun dengan mempertimbangkan keselamatan dan keterlibatan seluruh peserta didik.

Pada kegiatan pendahuluan, guru membuka pembelajaran, mengecek kondisi kesehatan peserta didik, menyampaikan tujuan, memberikan motivasi, dan memimpin pemanasan.

Pada kegiatan inti, peserta didik melakukan pengamatan, latihan, permainan, diskusi, praktik gerak, atau tantangan kelompok. Tingkat kesulitan aktivitas dapat ditingkatkan secara bertahap.

Pada kegiatan penutup, guru memimpin pendinginan, mengajak peserta didik melakukan refleksi, memberikan umpan balik, menyampaikan kesimpulan, dan menjelaskan kegiatan berikutnya.

Asesmen Pembelajaran

Asesmen PJOK dapat dilakukan terhadap keterampilan, pengetahuan, dan sikap peserta didik. Penilaian keterampilan dilaksanakan melalui pengamatan terhadap praktik gerak. Penilaian pengetahuan dapat dilakukan melalui pertanyaan lisan, soal tertulis, kuis, atau penugasan. Sementara itu, penilaian sikap dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, dan sportivitas.

Instrumen asesmen sebaiknya sederhana dan mudah digunakan. Guru dapat memakai daftar cek, catatan anekdot, rubrik penilaian, lembar observasi, atau jurnal perkembangan.

Remedial dan Pengayaan

Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran perlu memperoleh kegiatan remedial. Bentuknya dapat berupa pengulangan gerakan, penyederhanaan aturan, penggunaan alat yang lebih mudah, pendampingan khusus, atau tambahan waktu latihan.

Peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat mengikuti kegiatan pengayaan. Guru dapat meningkatkan tingkat kesulitan, menambah jarak, mengubah ukuran alat, memberikan peran sebagai pemimpin kelompok, atau meminta peserta didik menciptakan variasi permainan.

Refleksi Guru dan Peserta Didik

Refleksi membantu guru mengetahui keberhasilan dan kekurangan pembelajaran. Guru dapat mencatat apakah tujuan pembelajaran telah tercapai, apakah alat yang digunakan sesuai, serta aktivitas mana yang perlu diperbaiki.

Peserta didik juga dapat diajak menyampaikan pengalaman belajarnya. Pertanyaan refleksi dapat berupa gerakan apa yang paling mudah, bagian apa yang masih sulit, bagaimana cara bekerja sama dengan kelompok, dan kebiasaan sehat apa yang akan diterapkan setelah pembelajaran.

Modul Ajar PJOK Kelas 1 SD

Modul Ajar PJOK kelas 1 SD menekankan pengenalan tubuh dan gerak dasar. Materi dapat meliputi gerak berjalan, berlari, melompat, meloncat, membungkuk, memutar, mengayun, melempar, menangkap, dan menendang.

Aktivitas perlu dibuat sederhana dan menyenangkan. Contohnya adalah berjalan mengikuti garis, berlari menuju penanda, melompat melewati tali, menirukan gerakan hewan, melempar bola ke dalam keranjang, dan permainan menjaga kebersihan tubuh.

Guru perlu memberikan contoh secara langsung karena sebagian besar peserta didik kelas 1 masih belajar melalui peniruan. Instruksi sebaiknya singkat, jelas, dan diberikan satu per satu.

Modul Ajar PJOK Kelas 2 SD

Pada kelas 2, peserta didik melanjutkan penguasaan pola gerak dasar dengan variasi yang lebih beragam. Materi dapat mencakup kombinasi berjalan dan berlari, melompat ke berbagai arah, keseimbangan, gerak berirama, permainan bola sederhana, kebugaran, dan pola hidup sehat.

Guru dapat menyusun permainan estafet sederhana, lempar tangkap berpasangan, gerak mengikuti musik, berjalan di atas garis keseimbangan, atau permainan berpindah tempat. Keselamatan tetap menjadi perhatian utama, terutama ketika menggunakan alat dan melakukan aktivitas dengan kecepatan tinggi.

Modul Ajar PJOK Kelas 3 SD

Modul Ajar PJOK kelas 3 SD mulai mengembangkan variasi dan kombinasi keterampilan gerak. Materi dapat meliputi permainan bola besar, permainan bola kecil, atletik sederhana, senam lantai, gerak berirama, kebugaran jasmani, dan kesehatan tubuh.

Peserta didik dapat mulai belajar menggiring, mengoper, menangkap, memukul, berlari dengan perubahan arah, melakukan gerakan keseimbangan, serta mengikuti rangkaian senam sederhana. Aturan permainan tetap perlu disederhanakan agar sesuai dengan usia peserta didik.

Modul Ajar PJOK Kelas 4 SD

Pada kelas 4, aktivitas dapat dirancang lebih terstruktur. Peserta didik mulai mengombinasikan berbagai gerak dalam permainan dan olahraga sederhana. Materi dapat mencakup permainan sepak bola, bola voli modifikasi, bola basket, kasti, atletik, pencak silat dasar, senam, kebugaran, dan perilaku hidup sehat.

Guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui kelompok kecil. Selain melatih keterampilan gerak, kegiatan tersebut dapat membangun kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menerima hasil pertandingan, dan menghargai kemampuan teman.

Modul Ajar PJOK Kelas 5 SD

Modul Ajar PJOK kelas 5 SD diarahkan pada penerapan dan modifikasi keterampilan gerak. Peserta didik dapat belajar memilih strategi sederhana, memahami aturan, mengukur kemampuan fisik, dan melakukan latihan kebugaran secara terencana.

Materi dapat meliputi permainan bola besar, bola kecil, atletik, bela diri, senam lantai, gerak berirama, latihan daya tahan, kekuatan, kelenturan, kecepatan, serta pemeliharaan kesehatan. Kegiatan dapat disusun dalam bentuk permainan, sirkuit latihan, praktik berkelompok, dan proyek kebiasaan hidup aktif.

Modul Ajar PJOK Kelas 6 SD

Pada kelas 6, pembelajaran diarahkan pada penguatan kompetensi Fase C. Peserta didik diharapkan mampu mempraktikkan keterampilan gerak secara lebih matang, bertanggung jawab menggunakan sarana, menerapkan prinsip kebugaran, dan menunjukkan sikap sosial yang baik.

Guru dapat mengembangkan permainan olahraga yang dimodifikasi, latihan kebugaran dengan pengukuran sederhana, senam berkelompok, aktivitas ritmik, edukasi kesehatan, serta kegiatan yang melatih kepemimpinan. Peserta didik juga dapat dilibatkan dalam menyusun aturan permainan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

Contoh Materi PJOK Kelas 1–6 SD

Materi dalam Modul Ajar PJOK dapat disesuaikan dengan fase dan tingkat perkembangan peserta didik. Beberapa ruang lingkup yang dapat dikembangkan antara lain pola gerak lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif, permainan bola besar dan bola kecil, atletik, senam, gerak berirama, bela diri, kebugaran jasmani, aktivitas air secara kondisional, kesehatan diri, kebersihan lingkungan, keselamatan, serta pola hidup aktif.

Tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang sama. Karena itu, materi aktivitas air dapat dilaksanakan apabila tersedia tempat, sarana, tenaga pendamping, dan prosedur keselamatan yang memadai. Apabila kondisi tidak memungkinkan, guru dapat memilih aktivitas lain yang tetap mendukung pencapaian kompetensi.

Prinsip Menyusun Modul Ajar PJOK yang Baik

Modul ajar yang baik perlu memperhatikan kebutuhan peserta didik. Aktivitas tidak boleh terlalu mudah, tetapi juga tidak boleh terlalu sulit. Guru perlu menyediakan tahapan latihan sehingga setiap peserta didik dapat berkembang sesuai kemampuannya.

Keselamatan harus menjadi prioritas. Guru perlu memeriksa kondisi lapangan, alat, cuaca, pakaian peserta didik, serta kondisi kesehatan sebelum kegiatan dimulai. Pemanasan dan pendinginan juga perlu dilaksanakan dengan benar.

Pembelajaran PJOK sebaiknya bersifat inklusif. Semua peserta didik perlu memperoleh kesempatan bergerak dan berpartisipasi. Guru dapat memodifikasi alat, jarak, waktu, aturan, jumlah pemain, dan tingkat kesulitan agar kegiatan dapat diikuti oleh peserta didik dengan kemampuan yang berbeda.

Selain itu, modul ajar harus fleksibel. Guru dapat mengubah langkah pembelajaran apabila kondisi cuaca, lapangan, jumlah peserta didik, atau ketersediaan alat tidak sesuai dengan rencana awal.

Manfaat Modul Ajar PJOK bagi Guru

Modul ajar membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah. Guru dapat mengetahui kompetensi yang ingin dicapai, aktivitas yang akan dilakukan, alat yang diperlukan, serta bentuk asesmen yang akan digunakan.

Dengan modul yang tersusun baik, waktu pembelajaran dapat digunakan secara lebih efektif. Guru tidak perlu menentukan kegiatan secara mendadak karena urutan aktivitas telah direncanakan sebelumnya.

Modul ajar juga memudahkan guru melakukan evaluasi. Hasil asesmen dan refleksi dapat digunakan untuk memperbaiki pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Dengan demikian, modul ajar menjadi dokumen yang dapat terus diperbarui berdasarkan pengalaman mengajar.

Penyesuaian Modul dengan Kondisi Sekolah

Setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda. Ada sekolah yang memiliki lapangan luas dan perlengkapan lengkap, tetapi ada pula yang hanya memiliki halaman terbatas. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menghambat pembelajaran PJOK.

Guru dapat menggunakan pendekatan modifikasi. Permainan sepak bola, misalnya, dapat dilakukan dalam kelompok kecil dengan lapangan yang diperkecil. Latihan lari dapat diganti dengan permainan berpindah pos. Aktivitas senam dapat dilaksanakan di ruang kelas setelah meja dan kursi ditata dengan aman.

Lingkungan sekitar juga dapat dijadikan sumber belajar. Jalan sehat di sekitar sekolah, permainan tradisional, senam bersama, kegiatan kebersihan lingkungan, serta penggunaan barang bekas sebagai alat olahraga dapat membuat pembelajaran lebih kontekstual.

Unduh : Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka Kelas 1,2,3,4,5,dan 6 SD 

Modul Ajar PJOK Kurikulum Merdeka kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD merupakan panduan penting untuk membantu guru merencanakan pembelajaran yang terarah, menyenangkan, aman, dan sesuai perkembangan peserta didik. Penyusunannya perlu mengacu pada Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, kebutuhan peserta didik, dan kondisi satuan pendidikan.

Materi PJOK disusun bertahap mulai dari pengenalan pola gerak dasar pada Fase A, variasi dan kombinasi gerak pada Fase B, hingga penerapan serta modifikasi keterampilan gerak pada Fase C. Selain meningkatkan kemampuan fisik, pembelajaran PJOK juga membentuk disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, dan kebiasaan hidup sehat.

Dengan Modul Ajar PJOK kelas 1–6 SD yang lengkap dan fleksibel, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membuat peserta didik aktif bergerak, tetapi juga membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu menghargai orang lain.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga pembahasan dalam artikel ini dapat menambah wawasan, memberikan manfaat, serta membantu pembaca menemukan informasi yang dibutuhkan dengan lebih mudah. Jangan lupa membagikan artikel ini kepada teman, keluarga, atau rekan yang membutuhkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Temukan berbagai informasi pendidikan, perangkat pembelajaran, administrasi sekolah, contoh soal, serta materi bermanfaat lainnya melalui Operator Sekolah. Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel ini hingga selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *